Menurut tanggalan mana pun aku sudah tidak muda lagi. Setidaknya menengok kanan kiri ketika Lebaran satu-persatu orang yang dulu harus aku sungkemin sudah tidak ada. Itu penanda, kan, bahwa waktu terus bergulir. Sang Kala menelan kita berurutan, meski tak selalu sesuai urutan lahir. Misalnya, keponakan pertama ditelan lebih duluan waktu usianya baru delapan bulan. Uban mulai bertumbuhan, walau dibanding kawan segenerasi pertumbuhannya masih bisa dibilang lambat. Ada juga kawan-kawan dari generasi lebih tua tapi ubannya hanya satu dua. Oke, jadi menua dan banyaknya uban tak selalu pararel. Kerutan juga belum tampak. Sebagaimana kerutan hanya menggores tipis-tipis wajah ibu. Sang Kala memang sopan dalam menunjukan kehadirannya pada fisik kami seketurunan. Hingga akhir hayat di usia 63 tahun, Ayah tak mengalami kebotakan. Rambutnya tetap tebal rapat, wajahnya bebas kerutan, uban tumbuh tanpa mendominasi. Kadang jika hanya berkaos santai saat berpergian seorang diri tak jarang aku dis...
Blog Kanti W. Janis Penulis dan Advokat, Pendiri dan Pemilik Baca Di Tebet Perpustakaan dan Ruang Temu/ Writer and Advocate Co-founder and Co-owner of Baca Di Tebet Library and Meeting Space/Penulis: Saraswati, Frans dan Sang Balerina, Amplop Merah Muda Untuk Pos, The Other Door, Cita-cita Titik Dua Petani!---- Saya menulis apa saja yang terlintas. Semua tulisan di sini adalah opini pribadi tidak mewakili institusi mana pun. Dilarang mengutip tanpa sertakan link blog ini.