Sejak dulu sebagaimana saya tulis dalam thesis master saat kuliah LLM di Universitas Groningen, Belanda, tahun 2007, ketika membicarakan sebuah negara kita harus memisahkan antara penduduk dengan pemerintahnya. Bedakan antara penduduk dengan para aktor negara. Waktu itu konteksnya saya menolak sanksi ekonomi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) terhadap Irak dan Libya. Katanya sanksi itu untuk menghukum Saddam Hussein dan Muammar Gadaffi. Jika DK PBB memvonis Hussein dan Gadaffi bersalah, mengapa seluruh penduduknya harus dihukum juga? Sebuah negara tidak bisa dihukum titik. Karena negara bukan individu, pemerintah bukan wajah dari penduduknya, negara bukan sebuah entitas homogen. Bahkan seringkali warga berjuang melawan rezim otoriter di suatu negara. Apalagi dengan berbagai manipulasi dalam pemilihan umum rakyat semakin tidak terlibat dalam pembuatan kebijakan. Sanksi ekonomi DK PBB telah menewaskan setidaknya 500.000 anak-anak di Irak, hanya demi memburu Saddam seorang. Kesimpulan...
Blog Kanti W. Janis Penulis dan Advokat, Pendiri dan Pemilik Baca Di Tebet Perpustakaan dan Ruang Temu/ Writer and Advocate Co-founder and Co-owner of Baca Di Tebet Library and Meeting Space/Penulis: Saraswati, Frans dan Sang Balerina, Amplop Merah Muda Untuk Pos, The Other Door, Cita-cita Titik Dua Petani!---- Saya menulis apa saja yang terlintas. Semua tulisan di sini adalah opini pribadi tidak mewakili institusi mana pun. Dilarang mengutip tanpa sertakan link blog ini.